Langsung ke konten utama

Postingan

MEMILIH YANG BENAR DIANTARA YANG BENAR

Pilih Yang Mana? Ketika dihadapkan oleh misalnya dua pernyataan yang beda dan saling bertentangan namun dari dua pernyataan tersebut berisi alasan yang mendukung yang sama-sama kuat. Maka menurut saya logika disini tidak bisa dipakai, karena dua pernyataan itu dua-duanya benar menurut logika. Maka jalan terakhir yang dilakukan adalah memilih berdasarkan hati. Mana yang sesuai dengan hati kita dan mana yang cocok dengan hati kita.
Postingan terbaru

MENYERAH BOLEH?

Apakah kita boleh meyerah? Apakah kamu pernah menyerah? Menyerah yang saya maksud disini adalah menyerah dalam lingkup pekerjaan, jadi bukan menyerah dalam hidup yang sampai-sampai bunuh diri. Bukan itu yang saya maksud. Kenapa menyerah? beberapa alasannya, disaat usaha yang maksimal rela sampai sakit-sakitan tidak dihargai, disaat pekerjaan yang bukan tanggung jawab tapi harus dikerjakan karena tuntutan, disaat otak udah mulai gak fokus dalam kerjaan, disaat perasan bosen dan jenuh terhadap pekerjaan sebab tidak kunjung selesai, dan disaat pekerjaan udah menjadi beban (tidak bisa ikhlas). Jadi apakah boleh menyerah? resign dari pekerjaan tersebut dan memulai pekerjaan dari awal lagi?

SIFAT DAN PERASAAN

Baik, langsung saja ke intinya. Apakah orang dengan sifat yang sama mampu mengetahui apa yang dirasakan satu sama lain? Saya akan mencontohkan diri saya sendiri, saya orang dengan sifat cuek. Dan ketika ada orang lain yang mempunyai sifat cuek seperti saya, ada perasaan dimana saya tau apa yang orang itu rasakan sama seperti apa yang saya rasakan. Apakah ini hanya perasaan mengada-ngada atau memang benar apa adanya?

BEDA-BEDA TIPIS

Kali ini aku akan menceritakan beberapa hal yang memunyai arti “beda-beda tipis” tergantung cara kita memandangnya, positif atau negative. PUJIAN/PENGHINAAN Bagiku, tidak semua pujian bermaksud untuk memuji, dan tidak semua penghinaan bermaksud untuk menghina. Jika kita berpikiran positif, pujian akan tetap jadi pujian, dan penghinaan sehina apapun akan berarti pujian. Disisi lain jika berpikiran negative, penghinaan akan tetap jadi penghinaan, dan pujian dengan kata-kata mutiara pun akan menjadi penghinaan. Misal dalam suatu kasus pekerjaan, ada sesorang yang berkata, ”kamu hebat, bisa menghandle pekerjaan itu”.Mungkin maksud orang itu baik, dia memuji. Tapi belum tentu yang aku pikirkan itu adalah memuji, karena yang aku pikirkan adalah aku gagal dalam melakukan itu. Nah.. pikiran inilah yang membuat bentuk pujian menjadi penghinaan. So.. pujian dan penghinaan itu mempunyai maksud yang sama atau berbeda tergantung cara kita memandangnya. Negative atau positif. MOTIVASI/BE...